Kualitas kebersihan tidak hanya ditentukan oleh frekuensi pembersihan atau jumlah tenaga kerja yang ada, tetapi oleh ketepatan alat cleaning yang digunakan. Menggunakan alat cleaning yang salah akan memiliki dampak yang sangat berpengaruh pada hasil yang akan didapatkan. Kesalahan ini masih sering dianggap sepele, padahal memiliki dampak yang besar mulai dari kebebersihan yang tidak optimal hingga risiko terhadap kesehatan dan kerugian biaya.

1. Bersih di Mata, Kotor di Nyata
Menggunakan alat yang tidak tepat sering kalli hanya membersihkan secara visual, bukan secara higiensi. Permukaan yang terlihat besih belum tentu dapat dikatakan bersih, masih ada dubu halus, bakteri, dan kuman yang tertinggal dan terus berkembang.
Contoh kasus yang sering dilakukan: menggunakan pel yang sudah kotor terus menerus, ini hanya membasahi lantai bukan untuk dibersihkan. Akibatnya mikroorganisme masih menempel dan menimbulkan bau yang tidak sedap mencul Kembali. Untuk itu gunakan alat dengan tepat, sehingga lingkungan tidak hanya tampak bersih, tetapi benar-benar bersih dan sehat.
2. Ketika Alat Menjadi Media Penyebar Kuman
Alih-alih diperuntukan untuk membersihakan, alat yang digunakan secara bergantian tanpa membedakan antara area justru akan memindahkan kotoran dan mikroorganisme dari satu area ke area yang lainnya.
Fenomena ini biasanya dikenal dengan cross contamination. Fenomena ini memiliki dampak yang sangat serius, terutama dilingkungan yang memiliki tingkat kebersihan yang tinggi seperti rumah sakit, dapur, atau sekolah. Tanpa memiliki sistem pembagian alat yang jelas, risiko penularan penyakit akan meningkat dan tujuan kebersihan tidak akan tercapai.
3. Standar Kebersihan Sulit Dicapai
Setiap lilngkungan memiliki standar yang sudah ditentukan, terutama untuk area komersial dan fasilitas umum. Pada area tersebut standar kebersihan sangat ketat, jika menggunakan alat yang tidak sesuai akan sulit untuk memenuhi standar yang ditentukan. Selain itu akan membuat hasil pembersihan tidak konsisten, ada area yang terlihat bersih tapi ada juga yang masih terlihat kotor.
Ketidakkonsistenan ini akan membuat hasil kerja petugas cleaning seringkali dinilai kurang maksimal, meskipun mereka telah bekerja keras, dikarenakan alat yang mereka gunakan tidak mendukung proses pembersihan secara optimal.
4. Kerusakan Permukaan dan Penurunan Umur Fasilitas
Kesalahan dalam memilih alat juga memiliki dampak pada permukaan yang dibersihkan. Menggunakan alat yang salah telalu kasar dapat menggores, merusak lapisan pelindung, dan membuat permukaan cepat terlihat kusam.
Kerusakan tersebut akan menyebabkan kotoran lebih mudah untuk menempel, sehingga proses pembersihan akan menjadi semakin sulit. Dalam jangka yang panjang, fasilitas akan lebih cepat rusak sehingga membutuhkan perbaikan atau penggantian yang akan membutuhkan biaya tidak sedikit.
5. Pekerjaan Menjadi Tidak Efektif dan Tidak Efisien
Alat yang tidak tepat akan membuat proses pembersihan memakan waktu yang lebih lama dari seharusnya. Ketika alat cleaning tidak bekerja sebagaimana mestinya, para petugas kebersihan harus mengulang pekerjaan yang sama. Hal ini tidak hanya akan membuang waktu pengerjaan, tetapi tenaga yang dikeluarkan membaut produktivitas menurun dan jadwal pembersihan menjadi tidak efisien. Padahal jika menggunakan alat cleaning yang tepat, pembersihan bisa dilakukan dengan lebih cepat dan memiliki hasil yang lebih maksimal.
6. Risiko Kesehatan bagi Pengguna Lingkungan
Melakukan kegiatan pembersihan bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan terhindar dari penyakit. Tetapi, kegiatan pembersihan yang tidak dilakukan dengan benar akan membaut lingkungan tidak benar-benar bersih dan dapat menjadi sumber penyakit. Debu, jamur, dan bakteri yang tertinggal bisa berpotensi menyebabkan ganguan pada kesehatan, seperti ganguan pernapasan, alergi, serta infeksi.
Kondisi ini seringkali tidak bisa dihindari dan disadari, karena terlihat secara visual lingkungan terlihat bersih. Kenyataannya, lingkungan yang memiliki kualits kebersihan buruk secara tidak langsung akan berdampak pada kesehatan jangka panjang.
7. Menurunnya Kenyamanan dan Citra Lingkungan
Kebersihan yang tidak maksimal akan memengaruhi kenyamanan pengguna lingkungan. Dengan sistem kebersihan yang buruk dapat menimbulkan bau yang tidak sedap, kusam, dan tampilan lingkungan yang kurang terawat. Sehingga penilaian penunjung atau penghuni akan menurun dan membuat citra lingkungan jelek.
Pada lingkungan bisnis hal ini akan berdampak besar pada profesionalisme perusahaan. Kebersihan yang buruk akan menciptakan kesan pengelolaan yang tidak serius dan kurang peduli terhadap kenyamanan serta kesehatan pengunjung atau penghuni.
Lengkap dalam sekejap, klik / tap link : +6281391323737
Untuk Informasi Lebih Lanjut, klik / tap link : s.id/aics